RoadTripMbokJastra # Cucu VS Inyik, untuk Sebuah Impian dan Janji

Sedari bayi anak sulung saya, Adha, sangat dekat dengan sang inyik (kakek, red) yang tidak lain adalah papa saya. Adha sangat senang bercerita dengan inyiknya. Tak jarang mereka bercerita hingga tertawa terkekeh-kekeh. Obrolannya macem-macem.

Jika Inyik sedang di Lombok kita suka jalan-jalan. Paling sering seh ke pantai. Salah satu yang saya suka jika cucu dan kakek sedang di pantai adalah mereka sangat kompak bikin benteng dari pasir. Melihat ini terkadang membuat saya mengenang kembali masa kecil di Kota Bukittinggi dan juga Desa Sianok. Hari-hari ketika membuat benteng bersama papa di aliran sungai yang berada di Ngarai Sianok. Selain itu papa juga sering mengajak saya main air di aliran sungai deket Tabiang Takuruang. Pernah menghabiskan masa-masa kecil di kota yang tidak terlalu padat dan di daerah pedesaan yang masih banyak sawah, gunung, bukit dan sungai sungguh sangat menyenangkan. Tidak ada kemacetan yang berarti.  Beningnya air sungai, hijaunya areal persawahan, segarnya udara yang dihirup, jauh dari polusi, sungguh itu adalah salah satu nikmat terbaik yang pernah dianugerahkan Allah Ta’ala. Will not forgotten.

Dan Adha sering sekali mendengar cerita inyik tentang indahnya Bukittinggi. Jam Gadang, main air di Ngarai, dan lain-lain. Bahkan pernah sekali waktu ketika sedang di Suranadi–Lombok, Inyik berkata pada Adha bahwa di Bukittinggi juga banyak sungai yang airnya jernih.

“Nanti kalo Adha pulang kampung Inyik ajak Adha maen air di Ngarai, Ya.”

“Bener ya, Inyik. Nanti kita maen air terus bikin benteng.”

Aih tidak sekali dua kali saya mendengar Papa dan Adha bercerita tentang bermain air dan bikin benteng di sungai. Main air ini sudah seperti cita-cita tersendiri bagi mereka. Tapi ada bagian kurang okehnya gara-gara “cita-cita” ini, setiap papa atau mama saya hendak pulang ke Bukittinggi, Adha mesti minta ikut. Hohoho. Tentu saja tidak diizinkan. Biasanya keluar deh kalimat yang sering banget dijadiin senjata pamungkas dan cukup berhasil. “Adha nanti pulang kampung bareng-bareng bapak sama bunda, ya”. Bujang  kecil terkadang merungut dan jadi suka protes kepada bapaknya kapan akan diajak pulang kampung ke kampung halaman inyiknya. Jawaban pak suami saya seh sederhana sekali: “Nanti ya kalo ada rezeki kita pulang kampung. Kita touring naek mobil. Terus kita ke Palembang juga ke kampungnya Anang.” Anang adalah panggilan Adha kepada bapak mertua saya.

Beberapa kali saya dan pak suami merencanakan hendak pulang kampung ke Sumatra Selatan dan Sumatra Barat. Qadarallah selalu ada halangan yang membuat semua rencana menjadi dibatalkan. Enam tahun pun berlalu. Statusnya masih sekedar rencana. Hehe.

Memasuki tahun 2017, pak suami kembali mengagendakan untuk pulang kampung. Pertengahan tahun 2017, Nadya, anak ketiga saya sudah memasuki usia satu tahun. Insya Allah cukup kuat untuk melakukan perjalanan darat. Walau tetep ada aja seh suara-suara di luar sana yang terkejut dengan rencana ini. Saya dan pak Suami berencana hendak touring dengan mobil dari Lombok, NTB hingga ke Bukittinggi di Sumatra Barat. Ah, monggo lah ya buka peta sendiri seberapa jauhkan perjalanan yang akan ditempuh. Hehehe. East to the west. Eeeeaaaaa.

And now, here we go, in Bukittinggi. Finally. Kita kembali ke topik cucu vs inyik. Hehe.

Tiba di Bukittinggi kami disambut oleh hujan. Brrrrr Bukittinggi semakin dingin euy. Dan Adha sudah menagih-nagih janji kepada papa dan mama saya kalo di Bukittinggi mau diajak lihat Jam Gadang dan juga main air di sungai. Enggak lupa bikin benteng tentunya.

(3/11/2017) Sore hari di hari kedua akhirnya cuaca sedikit cerah.  Akhirnya melipir ke Jam Gadang. Sekitar 10 menit jalan santai dari rumah nenek saya. Betapa bahagianya Adha akhirnya bisa eksis di Jam Gadang.

IMG_20171103_172615_HDR-01

Duo bujang eksis bareng Oma di Jam Gadang. Udah sah lah ya duo bujang jadi urang awak.

(5/11/2017) Selesai dengan Jam Gadang, masih ada satu lagi yang ditagih-tagih oleh Adha, apalagi jika bukan main air di sungai lengkap dengan bikin benteng tentunya. Setelah gagal di awal-awal kedatangan, akhirnya matahari bersinar  cerah sejak pagi hari di hari kelima. Cuuuus ke Ngarai dan Tabiang Takuruang. Eits, sebelum bermain air di Tabiang Takuruang, terlebih dahulu ke Sianok, apakagi jika bukan ke rumah Oma Adha. Gak lupa ke rumah Inyik juga.

IMG-20171107-WA0041-01

Air di Aliran sungai bawah Tabiang Takuruang agak deras dan sedikit dalam untuk Adha yang masih berusia tujuh tahun. Apalagi untuk Ramadhan, dedek Nadya dan juga sepupu-sepupu Adha. Akhirnya bermain air agak jauh dari Tabiang Takuruang, namun masih tetap bisa memandang si tebing dari jauh.

Setelah melewati jembatan di Lambah, mobil belok kiri ke arah cafe Taruko. Lurus terus hingga bertemu jembatan. Di sebelah kiri jembatan ada banguna kapal yang belum selesai. Inyik mengajak Adha untuk main air di sungai sebelah kiri jembatan. Ya..sungainya masih jernih dan aman untuk anak kecil. Si air tidak terlalu deras. Cuuuuus main air dan bikin benteng sama inyik. Impian dan janji itu pun terpenuhi. Alhamdulillah.

IMG_20171106_104034_HDR-01.jpeg

IMG_20171106_104502_HDR-01

Oh ya, main air kali ini, duo bujang tidak hanya dengan dedek Nad saja. Tetapi juga ada sepupu-sepupu. Ada adek Aqila, dedek Sarah, adek Hanni, Adek Alan.

IMG_20171106_103748_HDR-01

IMG-20171106-WA0012-01

IMG-20171107-WA0031-01

Kiri: Mama Alan; tengah: bunda Aqila; kanan: emak duo bujang. Yeeeaayy Tabiang Takurung ikutan eksis di belakang

Selesai main air, melipir dulu makan siang di tepi sungai Ngarai Sianok.

IMG-20171106-WA0019-01

Mataram, 9 Januari 2018

Ditulis oleh Vidy

 

#Ihik kerempongan jadi emak-emak membuat tulisan jadi latepost dan berganti tahun,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s