Cerita Pagi di Pantai Selong Belanak

Entah kenapa saya selalu suka dengan suasana pagi di pantai satu ini. Pantai Selong Belanak, itu namanya. Terletak di sebuah teluk di desa Selong Belanak, Praya Barat, Lombok Tengah.

Pantai yang satu ini cantik. Pasirnya putih dan halus. Melengkung seperti bulan sabit raksasa. Senang ketika melepaskan sendal kemudian jalan menyusuri lengkungan garis pantai. Atau berjalan pelan dari salah satu warung menuju air laut yang silih berganti menerpa bibir pantai. Lumayan jauh karena pantai ini lebar dan landai.

IMG_2017-08-26_15-42-43

 

IMG_2017-08-26_15-41-29

Oh ya walau termasuk dalam deretan pantai di sisi selatan pulau lombok, ombak di pantai Selong Belanak ini tidak seganas pantai di sebelahnya, pantai Mawi dan pantai Semeti. Beberapa pulau kecil yang terletak tidak jauh dari pinggir pantai sepertinya menjadi benteng nan kokoh untuk selamat dari terjangan ombak ganas dan arus yang kuat dari samudra. Biasanya pantai ini digunakan para peselancar-peselancar pemula. Tapi tidak selalu peselancar pemula seh yang ke sini. Banyak juga peselancar yang sudah jago.

IMG_2017-08-26_15-38-57

Pagi itu cerah. Langit biru dihiasi awan yang berarak perlahan. Tidak banyak aktivitas di pantai. Sepi. Lapak warung pun masih banyak yang tutup. Deretan papan selancar masih tersandar manis di tempatnya.

IMG_2017-08-26_15-48-09

IMG_2017-08-26_15-40-31

Kata orang-orang pantai Selong Belanak itu indah di sore hari. Indah ketika matahari perlahan menghilang seolah-olah tenggelam di garis batas laut nan jauh di tengah sana. Tapi tidak bagi saya. Saya lebih senang menikmati pantai ini di pagi hari ketika tidak terlalu banyak aktivitas manusia di sana. Matahari yang perlahan naik, angin yang berhembus sepoi-sepoi, dan riak air laut yang berkejar-kejaran untuk mencapai bibir pantai. Duduk atau mungkin berjalan memperhatikan sekitar. Damai. Mungkin bagi sebagian orang kesukaan saya yang satu ini adalah sebuah anomali. Tapi tak mengapa. Karena jika ditanya kenapa suka, saya tak tahu harus menjawab apa.

Matahari semakin tinggi. Menyengat di kulit. Aktivitas mulai bergairah di sini. Satu persatu warung-warung mulai dibuka oleh yang punya. Jagung mulai dibakar. Turis domestik dan mancanegara mulai berseliweran. Saatnya beranjak pergi. Pulang!

Mataram, 29 Agustus 2017

Ditulis oleh Vidy

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Cerita Pagi di Pantai Selong Belanak

    1. vidy Post author

      Yuuuk jelajah lombok hehe…makasih lho udah meluangkan waktu buat baca…masih banyak lagi pantai-pantai di lombok yang udah masuk dalam list tapi belom sempet dirangkai dalam kata#haiyaaah sok sibuk #heee..Btw, saya suka motto & nama blognya. #jd baper ke pengen pulkam..#hohoho emak-emak banyak maunya hehe

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s