Sepi yang (Ternyata) Tidak Sepi di Taliwang Nada

img_2017-02-21_12-06-03

22 Januari 2017!

Lesehan Ayam Taliwang
Yang namanya lesehan itu bejibun di kota Mataram. Seperti yang sudah dikenal luas para wisatawan kalo lombok itu terkenal dengan ayam khasnya yang biasa disebut ayam taliwang.

Saya sendiri pertama kali nyoba icipin olahan ayam satu ini sekitar tujuh tahun yang lalu. Abis nikah, honeymoon lah saya dan suami ke Lombok. Tour and Travel yang saya gunakan jasanya mengajak kami makan ayam taliwang ke Lesehan Taliwang Irama di kota Mataram.

Daaaaan enggak pernah terbayangkan sebelumnya kalo saya dan suami akhirnya malah pindah ke kota Mataram sekitar dua tahun kemudian. Hahaha. Lagi-lagi satu kejutan, si Lesehan Taliwang Irama tersebut tidak jauh dari rumah kami. Heeeee.

Setelah agak lama tinggal di kota Mataram, ternyata oh ternyata ayam taliwang ini dijual dimana-mana saudara-saudara. Tidak hanya di Lesehan Taliwang Irama. Kalo di Yogya neh, ayam taliwang ini ya 11 12 sama gudeg. Kota Yogya selain terkenal dengan bakpianya juga terkenal dengan gudegnya.

So, menjelajahlah saya dan suami dari satu lesehan ke lesehan yang lain.

Salah satu jalan di kota Mataram yang banyak terdapat lesehan ayam taliwangnya yaitu di jalan Jendral Ahmad Yani, Sayang-sayang, Mataram. Kiri dan kanan jalan silih berganti terpasang papan lesehan di pinggir jalan. Mudah-mudahan pada enggak bingung ya mau makan di mana. Xixixi.

Taliwang Nada, Terlihat Sepi Bukan Berarti Sepi
Awal tahun ini, setelah tahun baru, tante saya liburan ke Lombok dengan anak-anak dan suaminya. Dan mengalirlah cerita enaknya makan ayam taliwang khas Lombok nan terkenal itu.

Ya..ya…ya…tante saya pake acara lupa apa nama si lesehan. Dan hanya menyebutkan ciri-ciri tempatnya. Menebak-nebaklah saya. Dimana ya? Hahaha.

XXX

Hasil tebak-tebakan saya neh setelah mendengar cerita tante saya lesehan yang dimaksud adalah lesehan ayam taliwang yang sudah eksis sejak saya pindah ke Mataram. Lesehan ini setiap saya dan suami lewat sepi-sepi aja. Tampak tidak ada pengunjung. Teman-teman di Mataram pun tidak satu pun merekomendasikan tempat yang satu ini. Jadi setiap melewati jalan Jendral Ahmad Yani, lesehan ini selalu saya skip. Tak sekalipun kami melipir.

Hari Minggu biasanya rasa males untuk memasak itu semakin membuncah. Jauh-jauh deh dari dapur. Dan bocah-bocah biasanya pengertian banget deh sama emaknya, mereka juga emoh makan masakan emaknya. Bosen kali ya makan masakan emaknya yang itu lagi itu lagi. #Saya aja yang masak bosen apalagi yang makan ya! #Hahaha alesan banget deh!

Seperti hari minggu itu, lagi-lagi bocah rayu merayu bapak mereka alias pak suami saya.

“Kita makan di luar aja ya, Pak” # Emak menjauh sedikit ke belakang, trus senyum-senyum. Ihiiiiy pak suami juga bilang oke.

“Bun, kita coba lesehan yang kemaren Bunda cerita itu aja ya. Sekali-sekali.”

Baiklah, dimana-mana aja jadi. Yang penting hari ini enggak menyapa dapur dulu hahahaha. Meluncurlah saya dan keluarga ke Taliwang Nada. Ya, Taliwang Nada!

Penampakan sekilas turun dari mobil, yaitu sepi. Lagi-lagi sepi. Tapi tekad sudah bulat, jadi kami tetep masuk ke dalam. Eh tapi….eh tapi…pas minta duduk di berugak yang lesehan ternyata penuh dong. Penampakan tidak sesuai kenyataan. Huhuhu..

Saya agak-agak gimana gitu kalo duduknya enggak di lesehan. Bawa bayi enaknya di lesehan. Bisa tarok si carseat yang beralih fungsi tidak hanya untuk di mobil. Hahaha.

Tapi yang namanya rezeki emang gak akan kemana. Ketika sedang menimbang-nimbang hendak duduk di kursi yang mana, beberapa wisatawan mancanegara keluar dari satu berugak. Kalo liat wajahnya seh, wisatawan ini dari negeri sakura, kalo enggak ya dari negeri ginseng. Putih-putih pucet gitu. Hehehe.

Setelah si mbak-mbak dan si mas-mas mancanegara ini beres dan melipir ke parkiran, dengan segera si berugak kami tempati. Menunggu sebentar untuk dibersihkan.

Paket Untuk Tiga orang
Saya dan suami sibuk ngebolak balik buku menu. Karena yang makan dua dewasa, dua anak-anak, saya dan suami memesan paket untuk tiga orang. Maklum duo bujang kecil saya ini makannya tidak terduga saudara-saudara. Kalo lagi banyak, porsinya bisa ngalahin emaknya. Hahaha.

Paket untuk tiga orang ini udah komplit satu bakul nasi sedang, satu porsi ayam bakar taliwang, satu porsi gurami bakar/ goreng, pelecing kangkung, beberok terong, telur gulung dan air mineral.

img_2017-02-21_12-02-54

Ayam taliwang dan pelecing kangkung, dua makanan khas lombok yang tidak terpisahkan. Kalo pesen paketan ayam taliwang, maka si pelecing kangkung ini biasanya mengikuti.

img_2017-02-21_11-51-55

Satu lagi menu khas Lombok yang ada di dalam paket yaitu beberok terong. Pasti bertanya-tanyakan apa itu beberok terong. Hehe.

Beberok terong adalah terong bulet kecil warna hijau. Setelah dicuci bersih, terong dipotong kecil-kecil dan tipis. Sisihkan. Si terong kemudin dicampur dengan cabe rawit, tomat, terasi, dan garem yang udah diulek. Jangan lupa irisin juga bawang merah mentah. Terong yang sudah menyatu dengan sambel diguyur dengan sedikit minyak sayur panas.

img_2017-02-21_11-54-54

Ares
Pastinya bertanya-tanya neh dengan subjudul yang satu ini. Ares? Apa itu ares? Ares itu salah satu nama masakan di Lombok yang dibuat dari batang pisang yang masih muda.  Dan baru di Lombok ini saya tau kalo batang pisang bisa dimakan. kata bibik yang jadi asisten saya di rumah, ares biasanya suka ada di acara kawinan.

Eits tapi enggak usah khawatir, kini enggak harus nunggu acara kawinan buat menyantap si ares ini.  Di lesehan Taliwang Nada ini tersedia juga ares. Melihat tulisan ares, suami saya langsung nanya mbak yang melayani kami apakah si ares ini available. Anggukan si mbak membuat suami saya sumringah.

“Aresnya satu ya. Mbak.”

Soal rasa itu relatif. Tergantung pada selera masing-masing. Seperti saya dan suami yang beda selera. Suami saya demen sama yang namanya ares. Kata beliau seh ares di Taliwang Nada not bad lah. Bilangnya seh enak. Jangan tanya saya ya. Don’t like it! #Heeeee.

Kalo mau coba- coba icip ares monggo dipesen. Siapa tau jadi demen ares juga sama kayak suami saya.

img_2017-02-21_12-07-16

Pesenan udah lengkap. Yuk mari makan. Yang mau ikutan juga melipir ke sini silahkan meluncur ke

Lesehan Taliwang Nada
Jalan Jendral Ahmad Yani, Sayang-sayang, Cakranegara, Mataram, Lombok
Lesehan ini bisa dihubungi di nomor-nomor ini:

081907524931
087865098262
081803638363

Mataram, 21 Februari 2017

Ditulis oleh: Vidy

Advertisements

6 thoughts on “Sepi yang (Ternyata) Tidak Sepi di Taliwang Nada”

    1. Betul…betul…betul…selama ini yang saya tau jantung pisang yang biasa dibikin urap. Kalo batang pisang, baru di Lombok ini saya tau mvak. Entah saya yang kudet, entah emang cuma di lombok ada masakan dari batang pisang hehehe..

      Lesehannya oke kok mbak. Rapi, tertata dan bersih..waktu saya ke sana toiletnya juga bersih…

      Makasih udah mampir. Salam kenal ya..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s