KGDM: Kejutan Lain Setelah Cuci Darah Pertama

2017-01-13_12-39-20

PROLOG

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

Nama saya Nadal Akhyar. Biasanya dipanggil pak Nadal. Alhamdulillah Allah Subhanahu wa Ta’ala masih memberikan kesempatan hidup untuk saya hingga diusia 52 tahun ini. Saya adalah seorang suami sekaligus bapak dari dua anak laki-laki. Alhamdulillah keduanya kini sudah remaja dan duduk di bangku sekolah menengah atas. Puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hampir 18 tahun berlalu sejak dokter mengatakan bahwa saya mengalami gagal ginjal terminal.  Sejak usia anak sulung saya masih hitungan bulan hingga kini sudah belasan.  Melalui blog ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman hidup saya dalam menjalani hidup dengan ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hampir 18 tahun Allah Ta’ala menakdirkan saya untuk hidup dengan fungsi ginjal yang digantikan oleh mesin.

Semoga setelah membaca cerita-cerita saya ini,  pembaca yang diberi nikmat sehat bertambah rasa syukur kepada Allah Ta’ala dan yang diberi nikmat sakit bisa tambah tawakal. Semua yang diberikan Allah Ta’ala insya allah adalah yang terbaik.

Semoga pengalaman hidup saya ini bermanfaat bagi semua yang membacanya.

Salam

Nadal

XXX

KEJUTAN LAIN SETELAH CUCI DARAH PERTAMA

  “Sedikit perhatian itu terasa sangat berarti”

Kehidupan seolah tidak berhenti memberi kejutan untuk saya. Setelah cuci darah pertama, saya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih selama dua minggu.

Saya dirawat di kamar VIP Muzdalifah Bawah. Dokter yang menangani saya waktu itu yaitu dr Pudji Rahardjo Sp. PD. Tidak banyak tindakan yang dilakukan dokter. Tekanan darah saya terus dipantau. Saya juga mulai rutin melakukan cuci darah di ruang hemodialisa Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Cuci darah dilakukan tiga kali dalam seminggu selama saya dirawat di rumah sakit. Saya juga diberi obat CaCo3 yang berguna untuk mencegah tulang supaya tidak keropos. Obat ini dimakan ketika sedang makan nasi. Diminum tiga kali sehari. Selain itu saya juga diberi NaCl sebagai vitamin untuk ginjal.

Selama pemulihan ini sungguh saya tidak menyangka banyak sekali saudara, kerabat dan teman-teman yang mau menyisihkan sedikit waktu mereka hanya untuk membezuk saya ke rumah sakit. Rangkaian bezuk silih berganti ini menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Sedikit perhatian itu terasa sangat berarti. Beban mental setelah drama nyata kehidupan di Sabtu pagi itu sedikit berkurang.Alhamdulillah.

Namun ada satu hal lagi yang berkesan bagi saya hingga kini, yaitu kedatangan bos besar. Bos besar, Kepala divisi audit -tempat saya bernaung di perusahaan, datang ke rumah sakit untuk membezuk saya. Dari kejadian yang sudah-sudah, biasanya beliau diwakilkan oleh salah satu manager untuk membezuk karyawannya yang sakit. Bapak kepala divisi terkejut dengan apa yang saya alami. Penyakit ini adalah penyakit pertama yang menimpa karyawan di perusahaan tempat saya bekerja. Oleh karena itu beliau merasa perlu untuk datang dan membezuk saya langsung di rumah sakit. Beliau ingin menyampaikan secara langsung rasa turut prihatin dengan semua yang telah terjadi dan berusaha untuk membantu segala yang diperlukan guna kesembuhan saya. Terima kasih, Pak!

XXX

Mataram, 4 Februari 2017

Ditulis oleh Vidy

Cerita sebelumnya silahkan baca pada tautan di bawah ini:

KGDM: Sebuah Vonis

Cerita selanjutnya silahkan baca pada atautan di bawah ini:

KGDM: Sebuah HIkmah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s