Setelah 15 Tahun …

2016-12-22_03-48-26(8/10/16) Kata orang neh SMA adalah masa-masa yang tak terlupakan. Masa-masa bahagia jadi remaja. Begitu katanya. Iyain ajalah ya!

2-8. Itu adalah nama kelas saya ketika duduk di bangku kelas dua SMU di tahun 1999 hingga pertengahan tahun 2000. Kelasnya di bagian belakang sekolah deket lapangan soft ball yang gedenya lumayan capek kalo disuruh lari satu keliling doang. Kebayang dong gedenya. Maklum sekolah saya ini adalah sekolah alih fungsi dari sekolah guru olah raga (SGO) jadi SMU.  Walau begitu kelas ini deket sama kantin sekolah. Tetep ya urusan perut nomor satu. Hahah. Jadi keingetan mie ayam mang peri. Slruuupp..Masih ada kagak ya hari gini? He…

Kelas ini letaknya spesial. beda sendiri dari kelas dua yang lain. Letaknya menyendiri dari kelas dua lainnya. Kelas 2-8 ini terletak di belakang hall sekolah, bersebelahan dengan kelas tiga jurusan IPA. Lebih tepatnya lagi seh sebelahan sama kelas 3 IPA 4. Eh tapi sebenernya gak sebelahan banget seh. Di antara kelas 2-8 dengan kelas 3 IPA 4 ini ada ruangan untuk menyimpan berbagai peralatan untuk praktek pelajaran kimia. Lab kimia lebih tepatnya. Kimia yang enggak pernah saya suka. Bahkan hingga kini. Tapi entah kenapa juga dulu waktu naik kelas tiga malah masuk jurusan IPA. Strange bangetkan. Wkwkwk.

Ira, Irma dan Santi. Mereka tiga orang sahabat saya ketika SMA. Waktu kelas satu sekelas juga sama Ira dan Santi. Waktu naik kelas dua kita sekelas lagi jadi tambah deket, kemana-mana suka bareng ajah. Dan kelas tiga, saya IPA2, Santi IPA3, sedangkan Ira dan Irma di IPA4. Tapi walau begitu kita masih suka bareng-bareng. Uhuk, masa-masa SMA di saat Indonesia sedang mengalami krisis moneter.

Tahun 2001 adalah tahun kelulusan. Kami berpisah. Sibuk sendiri menentukan arah hidup masing-masing. Ah zaman itu hape enggaklah sepopuler sekarang. Zaman itu kalo ditanya nomor telpon yang dikasih pastilah nomor telpon di rumah. Enggak kayak anak SMA zaman sekarang yang udah nenteng hape kemana-mana. Beda zaman euy.

Dan kini, di tahun 2016, kami berempat kembali berkumpul. Walau untuk sesaat. Hanya hitungan jam saja. Dan ini pun nyaris gagal, setelah dua kali rencana dibatalkan. Hari itu, sore hari, kami berempat janjian di sebuah mall di daerah Sudirman, Bogor Junction. Begitu warga Bogor menyebut mall yang satu ini. FYI, ini adalah kali pertama saya masuk mall ini lho. Hahaha. Norce banget ya.

Irma dan Ira udah sampe duluan di food court. Ah mereka berdua melenggang sendiri tanpa bawa buntut, sedangkan saya bawa si sulung Adha dan santi juga bawa Kikok, anak semata wayangnya yang umurnya sama dengan umur anak kedua saya, Rama, tapi badannya lebih gede dibanding Adha. Entah anak saya yang badannya kecil-kecil, entah Kikok yang bodinya bongsor.

Dan inilah kami kini setelah lima belas tahun enggak pernah ngumpul berempat. Yang dulu ketika berpisah adalah empat remaja, kini udah jadi emak-emak. Daaaaan saya rekor punya anak tiga. Ihiiiiy. Jadi sibuk ngomporin yang tiga buat nambah momongan. Cari temen senasib sepenanggungan. Dan Irma pun menolak mentah-mentah. Cukuuuuup!Hahahaha.

2016-12-22_03-40-29

Senangnya bertemu setelah sekian lama gak pernah bertegur sapa secara langsung. Hanya lewat dunia maya. Akhirnya bisa berbagi sedikit cerita kehidupan kini dan lalu. Will always miss you all. 

Mataram, 23 Desember 2016
Ditulis oleh:Vidy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s