Ibu, Informasi dan Teknologi

Seperti kita tahu bahwa tidak ada sekolah formal ataupun informal bagi seorang wanita yang sudah menikah dan memiliki anak untuk menjadi seorang ibu yang ideal. Beda halnya jika wanita tersebut ingin menjadi seorang dokter yang ahli atau seorang pengacara yang ternama, atau seorang auditor yang handal ataupun profesi-profesi lainnya. Semua ada sekolah lanjutannya. Seperti kita lihat fakta yang terjadi kini, wanita berkiprah di berbagai bidang, hampir di semua lini pekerjaan.

Lalu bagaimana dengan sekolah sang wanita tersebut dengan posisinya sebagai seorang ibu? Selain naluri keibuannya, wanita akan banyak belajar dari kehidupan orang-orang sebelumnya dengan membaca kisah-kisah nabi Muhammad, kisah Fathimah, kisah Lukman, kisah Hajar dan kisah-kisah lainnya. Selain itu wanita juga akan belajar dari orang-orang sekelilingnya seperti orang tua, teman sejawat, tetangga, atau bahkan orang yang mungkin tidak dikenalnya.

Untuk menjadi seorang ibu yang ideal pada masa kini tidaklah mudah. Salah satu tuntutan ibu masa kini yaitu memiliki wawasan yang luas. Menurut saya salah satu cara untuk memiliki wawasan yang luas yaitu sering membaca, bertanya, berdiskusi dengan orang lain, dan memiliki akses yang mudah dengan sumber informasi. Salah satu sumber informasi yang mudah diakses saat ini yaitu artikel-artikel yang bertebaran di internet. Namun walaupun banyak, artikel-artikel ini tetap harus disaring lagi.

Kemudahan mengakses internet saat ini tidak lepas dari pesatnya perkembangan teknologi komunikasi yang berbasis nirkabel. Saya jadi teringat pertama kali saya mengakses internet yaitu dibulan-bulan terakhir sebelum saya menyelesaikan sekolah menengah pertama di tahun 1998. Itupun saya harus ke warnet. Berbeda dengan saat ini dimana internet bisa dikatakan dalam genggaman setiap penggunanya. Rata-rata telpon selular saat ini menggunakan paket data yang terhubung dengan dunia maya. Informasi dengan mudah diakses dimanapun berada.

Teknologi komunikasi nirkabel yang mulai masuk ke Indonesia sejak 20 tahun lalu memiliki andil yang besar atas pesatnya perkembangan komunikasi di Indonesia saat ini. Bentangan alam Indonesia yang didominasi laut, gunung dan perbukitan sangat terbantu dengan adanya teknologi komunikasi nirkabel ini. Teknologi ini memanfaatkan teknologi modulasi melalui frekuensi untuk mengantarkan data. Jadi tidak lagi menggunakan kabel sebagai pengantar data utama. Kabel hanya sebagai media pendukung saja.

Dampak lain dari perkembangan teknologi komunikasi ini  yaitu tumbuh dan berkembangnya beberapa perusahaan penyedia layanan telekomunikasi untuk telpon selular dan juga data. Perusahaan-perusahaan ini bersaing antara satu dan lainnya. Mereka berpacu menjadi yang terdepan dalam hal teknologi terdepan di bidang komunikasi. Setiap orang yang punya telpon selular dan menggunakan paket data internet pasti tidak asing dengan istilah 2G, 3G dan yang terbaru adalah 4G.

Saya punya cerita tersendiri dalam hal persinyalan telpon selular ini. Empat tahun yang lalu saya pindah domisili ke kota Mataram, Lombok, sekaligus berhenti sebagai seorang ibu yang bekerja di kantor dari pagi hingga sore. Ya, saya memutuskan jadi seorang ibu rumah tangga.

Suasana yang berbeda. Hari-hari saya tidak lagi dihabiskan di depan komputer yang terhubung dengan dunia maya. Andalan saya untuk mengakses informasi-informasi terkini yang tersebar di dunia maya yaitu telpon selular yang terkoneksi dengan paket data internet. Tapi, imbas dari pindah kota ini yaitu persinyalan yang tidak lancar. Di layar telpon selular saya tertera emergency calls only hampir sepanjang hari. Untuk sekedar telepon saja susah, apalagi untuk berselancar di dunia maya. Komunikasi jadi terganggu, mengakses data pun jadi susah. Beberapa teman menyarankan saya untuk beralih ke kartu XL dimana untuk wilayah Lombok sinyalnya lebih stabil dibandingkan yang lain. Saya mengikuti saran teman-teman. Ah, ternyata benar sinyalnya lebih stabil.

screenshot_2016-10-03-12-05-21_com-miui-home

Sejak saat itu hingga kini saya masih mengandalkan kartu XL dari XL Axiata sebagai penyedia layanan komunikasi telpon selular saya. Komunikasi kembali lancar, begitu juga dengan akses ke internet. Di saat anak-anak sudah tidur biasanya saya meluangkan sedikit waktu untuk berselancar di dunia maya untuk membaca berita terkini, membaca ilmu-ilmu tentang mendidik anak, mencari resep-resep aneka makanan dan cemilan anak, dan tidak lupa melihat-lihat rancangan-rancangan unik untuk taman dan juga dekorasi dalam rumah. Tak jarang ilmu-ilmu baru saya dapatkan dari membaca. Jadi, walaupun sekarang saya seharian di rumah bukan berarti saya tidak mengetahui berita-berita terbaru di luar sana. Dengan kemajuan teknologi, khususnya di bidang telekomunikasi, semuanya menjadi lebih mudah. Wawasan tetap luas walaupun hanya bergelut dengan kesibukan di rumah bersama anak-anak. Yuk, turut andil mencerdaskan generasi berikutnya mulai dari rumah, mulai dari anak-anak kita sendiri. Semangat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s