Kapal-kapalan

kapal-1Lama. Sudah lama saya mencari mainan yang satu. Tapi, saya tidak menemukannya di Mataram, Lombok. Begitu juga suami saya. Kami tidak pernah menemukan mainan yang satu ini dijual di kota Mataram. Entah kami yang tidak tau tempat jualnya, entah memang tidak ada yang jual mainan ini di Mataram.

Melihat mainan yang satu ini, angan saya kembali ke masa kecil. Ya, saya ingat sekali, entah di usia berapa saat itu saya dibelikan mainan yang satu ini. Kapal-kapalan.

Anak-anak saya suka sekali dengan kapal-kapalan. Sudah beberapa kali dibelikan mainan kapal-kapalan oleh bapak mereka. Namun mainan kapal-kapalan itu tidak pernah berumur panjang. Selalu berakhir dengan tragis. Mesin kapal dibongkar oleh anak sulung saya. Seperti biasa, Mas Adha, anak sulung saya, saat ini cuma seneng buat bongkar, tapi tidak dengan pasang. Terima bongkar tapi tidak terima pasang. Hehehe

(28/6/16) Setelah tidak lagi sibuk mencari kapal-kapalan, secara tidak sengaja saya melihat seorang bapak menjual mainan kapal-kapalan yang sudah lama saya cari.
“Bunda, kapalnya bisa jalan.”
Begitu ujar Adha saat itu.
Mata Adha dan Rama langsung berbinar melihat kapal-kapalan yang berputar-putar di dalam baskom.
“Bunda, boleh mas Adha beli kapal-kapalan itu?”
Ah, tentu saja boleh, nak. Kapal-kapalan ini yang sudah lama Bunda cari. Saya berkata-kata di dalam hati.
“Kita masuk toko dulu cari baju mas Adha ya. Nanti kalo mau pulang baru kita beli kapal-kapalan itu. Gimana?”
“Oke Bunda.”
Setelah urusan belanja selesai, Adha tentu saja tidak lupa menagih janji saya tadi. Bungkuuuuus, dua kapal-kapalan sudah dalam kantong kresek.

kapal 2.jpg
Ketika sudah tiba di rumah, Adha segera mengambil baskon dan mengisinya dengan air. Kapal pun melaju dan berputar-putar di dalam baskom. Tak jarang dua kapal tersebut bertabrakan. Adha dan Rama senang sekali dengan mainan baru mereka. “Terima kasih, Bunda.” Duo bujang kompak mengucapkan terima kasih kepada saya.

Sebaris kalimat ini saja sudah membuat saya senang tiada tara. Ah, bahagia itu sederhana. Dengan mainan yang sederhana dan tidak mahal ini, duo anak bujang ini sudah senang. Alhamdulillah.

Bogor, 15 September 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s