Monthly Archives: August 2016

Tante & Ponakan …(3)

pic-tante-dan-ponakan

SENYUMMU BEGITU MENGGODA

 

Ujian, ujian, ujian. Belajar, belajar, belajar. Optimis, optimis, optimis. Pasti bisa!

Tiga kata ini udah gue tanamkan jauh-jauh hari dalam otak. Tentu saja semua ini gue barengi dengan sholat tepat waktu dan juga doa. Tsaaaaah, sok iye banget ya. Gak lupa minta didoain juga sama bapak dan ibu gue. Semoga selalu ada nama gue dalam bait-bait doa mereka. Hehehe.

Continue reading

Advertisements

Tante & Ponakan ….(2)

pic-tante-dan-ponakan

CELETUKAN PERTAMA

Setelah menikah kak Dhisa masih tinggal bareng sama bapak dan ibu gue. Anggota keluarga di rumah orang tua gue jadi nambah satu, yaitu suami kak Dhisa yang biasa gue panggil mas Indra.

Continue reading

Tante & Ponakan …(1)

PERKENALAN DULU!

pic-tante-dan-ponakan

Nama gue Nathisa. Kadang dipanggil Nathisa, kadang dipanggil Tisha. Sesuka hati yang manggil aja. Gue seorang mahasiswi semester lima di sebuah perguruan tinggi. Gak ada yang istimewa seh dengan kuliah gue ini. Semua berjalan begitu saja. Semester demi semester gue lalui. Ya lumayanlah IPK gue gak jelek-jelek amat, walau enggak bisa juga dibilang bagus banget. Setidaknya tuh IPK masih kepala tiga. Hahaha.

Continue reading

24 JAM SAJA!

 

Tidak ada kata lain selain alhamdulillah, puji syukur kepada Allah Swt atas semua rangkaian peristiwa selama proses lahiran anak ketiga saya ini! Alhamdulillah atas izin Allah jua suami saya bisa melihat  proses lahiran anak ketiganya dari sejak masuk kamar bersalin hingga kelahiran sang bayi mungil. Ketika lahiran anak pertama dan anak kedua, qadarullah keadaan tidak memungkinkan bagi suami untuk mendampingi saya melahirkan.
Terima kasih atas kesabaran dr Arina Indriany SpOG mengawal proses kelahiran hingga membantu ketika lahiran. Tidak lupa juga terima kasih kepada tim bidan yang sampe ganti-ganti shift, bolak balik ngecek keadaan saya dan sibuk bertanya apakah rasa nyeri itu sudah terasa. # hingga rasa bosan menyapa ditanya rasa nyeri melulu.

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya proses lahiran ketiga ini akan memakan waktu yang sangat lama, sangat panjang, dan melelahkan, tidak hanya saya tapi juga melelahkan janin yang ada di dalam kandungan. Fuih! How come?????

Tekanan darah yang rendah, anemia, induksi yang enggak mempan hingga pilihan terakhir SC dari mulut bu dokter di saat-saat terakhir menambah warna warni cerita lahiran ini.

SC? Membayangkan ruang operasi saja saya udah keder duluan. Belum lagi membayangkan cerita teman-teman yang melahirkan dengan SC. Pasca SC tidaklah mengenakkan begitu katanya.

Continue reading