Apa Seh Mie Glosor???

Beberapa teman mengernyitkan dahi mendengar kata mie glosor. Mie apaan tuh? Kayak bihun gitu ya? Kayak kwetiaw ya? Dan saya bingung sendiri harus bagaimana menjelaskannya. Ketika saya menyebutkan mie tersebut berwarna kuning, spontan bayangan teman-teman saya seperti mie telor. Lagi-lagi saya jawab tidak. Jauh banget rupanya dari mie telor. Hehehe..

Hingga umur kepala tiga saat ini, saya sudah pernah tinggal di beberapa kota seperti Bogor, Bandung, Jakarta, Yogya dan Mataram. Namun sejauh ini saya hanya menemukan mie glosor ini di kota Bogor.

Mie glosor ini mie berwarna kuning, namun bentuknya lurus, tidak bergelombang seperti mie telor. Tipe mie ini adalah mie basah. Mie glosor biasanya sangat mudah ditemukan di bulan ramadhan sebagai salah satu menu takjilan, menu buka puasa selain gorengan, kolak pisang dan takjilan lainnya. Ada yang masih mie basah mentah, ada yang sudah matang. Mie glosor biasanya disajikan dengan kuah kacang. Kuah kacang disini agak encer yang ditambah dengan potongan cabe rawit. Jumlah cabe rawit tergantung selera. Bagi penyuka pedas tentu saja jumlah cabe rawitnya banyak. Hehehe…

Mengolah mie glosor yang masih mentah sangatlah mudah. Pertama-tama rebus air hingga mendidih kemudian siram ke mie glosor. Aduk-aduk sebentar kemudian tiriskan. Setelah itu mie glosor disiram dengan air dingin. Tiriskan dan sisihkan. Satu tahap selesai. Bahan lain sebagai pelengkap mie glosor biasa sayur sawi hijau. Namun isian ini bisa disesuaikan seh. Bisa ditambah orak arik telur atau pun sayur sawi hijau diganti dengan sayur pokcoy. Sesuai selera yang bikin aja.

Siapkan bawang putih yang sudah dihaluskan kemudian tumis. Setelah harum masukan sayuran, garam, lada bubuk, telur orak-arik jika mau. setelah sayur terlihat agak layu, masukkan mie yang sudah disisihkan tadi. Aduk rata, koreksi rasa dan jika dirasa sudah pas, mie siap dihidangkan sebagai salah satu menu takjilan berbuka puasa. Gampang bangetkan cara buatnya.

Beberapa hari sebelum pulang ke Bogor, mie glosor sudah menari-nari di khayalan saya. Mumpung pulang ke Bogor pas bulan puasa, saatnya menuntaskan keinginan. Empat tahun berdomisili di Mataram, Lombok, belum satu kali pun saya menemukan penjual mie glosor. Hehehe.

(19/06/2016) Akhirnya hari yang dinanti tiba. Take off menuju bandar Udara Soekarno-Hatta, Banten kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju kota Bogor tercintah. Pesawat berangkat siang hari dari Bandar Udara di Lombok. Sebelum waktu Ashar kami sudah mendarat di Bandara Udara Soekarno-Hatta. Menunggu grab car untuk menjemput, kemudian meluncur menuju Bogor. Alhamdulillah perjalanan hingga pintu keluar tol lingkar luar Bogor lancar. Tapi oh tapi, bukan Bogor namanya jka tidak akrab dengan macet. Macet menghadang ketika mobil mulai memasuki kota. Alhasil tiba di rumah orang tua saya ketika waktu sudah mendekati adzan magrib. Saya dan orang tua buru-buru sholat ashar. Tapi….sebelum wudhu saya minta tolong adik bungsu saya untuk membeli mie glosor di warung. Rezeki ibu hamil, walau sudah mendekati adzan magrib, tenyata masih ada mie glosor yang ready di warung. Biasanya seh pada sold out tuh kalo udah deket-deket magrib. Hehehe…

IMG-20160623-WA0008
Enter a caption

Adzan magrib berkumandang, saatnya berbuka puasa.

Bogor, 27 Juni 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s