Mengambang di Golden Tulip

(14/5/2016) Tidak ada yang sia-sia. Semua ada manfaatnya, entah kini atau nanti. Setidaknya itulah yang saya alami dengan pelampung tangan untuk anak. Pelampung tangan berwarna oranye itu saya beli sekitar tiga tahun yang lalu ketika anak saya berusia dua tahun. Kini usia anak sulung saya, Adha, sudah lebih dari lima tahun. Enam tahun diakhir tahun ini.

Hari itu lagi-lagi Adha minta berenang. Kali ini yang deket aja dari rumah. Hotel Golden Tulip. Satu minggu sebelumnya saya dan suami sudah survei kolam renang di hotel yang belum terlalu lama beroperasi ini. Tamu yang tidak menginap alias tamu luar hotel bisa berenang di kolam renang hotel

Harga berenang tamu luar hotel Rp. 50.000/ orang. Sedangkan berenang plus paket makan Rp. 100,000/ orang. Harga sudah termasuk pajak. Saya pun memilih berenang plus paket makan.  Duo anak bujang kecil saya dihitung satu. Jadi, saya membayar dua paket berenang plus makan.

Kolam berenang di hotel Golden Tulip ini ada tiga macam yaitu kolam renang besar yang kedalamannya lebih dari satu meter, kolam untuk anak-anak dengan kedalaman sekitar setengah meter  dan yang terakhir kolam jacuzzi.

Untuk menu paket makanan, pelayan hotel menawari saya dua pilihan yaitu american dan indonesian. Untuk american pilihannya satu loyang pizza isi delapan potong, sedangkan untuk indonesian pilihannya yaitu nasi goreng atau mie goreng. Pilihan minumannya ice tea atau ice lemon tea. Saya memesan satu loyang pizza dan satu porsi mie goreng. Sedangkan untuk minumnya saya memesan satu gelas ice tea dan satu gelas lemon tea. Saya juga memesan satu piring nasi putih dan dua botol air mineral.

Duo anak bujang kecil saya selalu antusias jika sudah berurusan dengan air. Selesai berganti pakaian mereka pemanasan sebentar kemudian nyebur ke kolam bareng-bareng bapaknya. Mereka sudah nyebur duluan ke kolam renang ketika saya memesan makanan.

Adha, anak bujang kecil saya yang besar, sebenarnya belum bisa berenang. Jadi definisi berenang dia selama ini ya bermain air di kolam renang yang dangkal. Setiap kali berenang di kolam renang, suami saya selalu membujuk Adha untuk belajar ngambang dan berenang di kedalaman lebih dari satu meter. Walau usaha itu masih gagal untuk kesekian kalinya. Adha emoh ke tempat yang dalem. Dia takut tenggelam. #Aih, kecil-kecil udah bisa mengukur kemampuan sendiri. Heheheh.

Saya mengeluarkan dua pelampung dari tas. Entah kenapa ketika tadi siap-siap di rumah saya kepikiran untuk coba pelampung anak-anak yang digunakan di tangan. Pelampung itu saya beli beberapa tahun yang lalu. Namun satu kalipun belum pernah digunakan. Adha emoh buat pake. Saya juga bawa pelampung di bawah ketiak untuk Rama.

Sembari memperthatikan bocah-bocah berenang, saya memompa pelampung satu persatu. Tiba-tiba Adha mendekati saya dan kali ini ia mau mencoba. Dua pelampung tangan sudah terpasang di lengan kiri dan kanan Adha. Awalnya ia mencoba mengambang di kolam jacuzzi. Berhasil. Raut wajahnya senang sekali.

2016-06-21_08.42.00

Kemudian Adha mencoba untuk mengambang di kolam renang dengan kedalaman di atas satu meter. Suami saya siap siaga di dekat Adha. Dengan kepercayaan diri yang penuh, Adha menghambur ke kolam renang dewasa. Lagi-lagi ia berhasil untuk mengambang. Senyumnya menjadi sumringah. Yeaaayyy bisa. Akhirnya pelampung tangan digunakan sebagaimana mestinya. Tidak ada yang sia-sia!

2016-06-21_08.46.47

Bogor, 21 Juni 2016

Advertisements

One thought on “Mengambang di Golden Tulip”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s