RoadTripMbokJastra # Jelajah Dalam Kota Bukittinggi, where to go with the kids?

Pulang kampung, menjadi salah satu agenda saya dan keluarga tahun 2017 silam, tepatnya seh sebelum tahun berakhir. Saya dan keluarga berangkat tanggal 23 Oktober dari Mataram, Lombok-kota dimana saya tinggal beberapa tahun belakangan. Dan menjejakkan kaki lagi di Lombok tanggal 22 bulan berikutnya. Pas satu bulan. Loh kok lama banget? Ya iyalah, karena agenda pulang kampung kali ini saya dan keluarga naik mobil a.k.a road trip dari Mataram, NTB hingga ke Bukittinggi di Sumatra Barat sana. Ayo cepetan liat peta, you will know how far my family and I had travelled. From the east to the west. Dan karena satu dan lain hal -emak sok sibuk, tulisan ini baru dilaunching setelah berganti tahun. Huhuhu.

Satu minggu lebih di Bukittinggi, tidak terlalu banyak seh tempat wisata yang saya dan keluarga kunjungi. Selain faktor cuaca yang sering hujan, juga karena liburan kali ini boyongan dengan tiga anak saya dan dua sepupu mereka. Usia bocah yang paling besar adalah anak sulung saya, yang berusia tujuh tahun. Selebihnya usia 4,5 tahun, 2,5 tahun dan yang paling kecil anak gadis kecil saya yang berusia satu tahun lebih sedikit. Hm..bisa dibayangkan rempongnya setiap akan pergi jalan-jalan. Hehe.

Oleh karena banyak bocah, jadi mau gak mau, saya mencari lokasi yang sekiranya nyaman untuk anak-anak. Hm…apa aja ya?

1. Jam Gadang
Kalo ke Bukittinggi, rasanya gak sah ya kalo enggak melipir ke Jam Gadang yang berada di pusat kota Bukittinggi. Bangunan yang menjadi saksi bisu perkembangan kota Bukittinggi mulai dari penjajahan Belanda hingga kini, menjadi sebuah kotamadya di propinsi Sumatra Barat. Jam Gadang menjadi salah satu ikon kota Bukittinggi.

Trus ngapain neh di Jam Gadang? Duduk-duduk aja? Salah satunya iya. Hahaha. Jepret sana jepret sini. Yang ini iya juga. Trus ngapain lagi?

Waktu kemarin jalan-jalan ke sana sama bocah-bocah, mereka seh minta naek Bendi.

Bendi itu apa seh???

Bendi itu kereta yang ditarik dengan kuda. Urang minang menyebutnya bendi, kalo di jawa biasanya disebut dokar atau andong, sedangkan anak saya yang tumbuh di Mataram, Lombok menyebut kereta kuda ini cidomo. Ketiga angkutan ini mirip-mirip bentuknya. Hanya ada sedikit perbedaan pada kereta, sedangkan penariknya ya sama aja, kuda.

Rute untuk naek bendi ini bisa request sama uda kusir bendi. Kalo saya kemarin seh pilih yang deket aja berhubung udah sore. Setelah tawar menawar akhirnya deal di harga 35,000. Naek bendi hanya karena pengen nyenengin bocah doang. Semoga mereka inget sampe gede pernah babendi-bendi di Bukittinggi. Hahaha.

Rute sore itu: Naik dari samping taman Bung Hatta – Bioskop Sovia/ novotel – belakang Ramayana- Kampuang Cino – Jam Gadang – Samping Taman Bung Hatta.

IMG_20171106_172710_HDR-01
Oh ya, ketika bendi belok  ke arah Kampuang Cino, naaah keliatan deh tuh si jembatan Limpapeh yang menghubungkan benteng Fort De Kock dengan kebun binatang.

Selain itu apa lagi ya?

Jawabannya wisata kuliner. Again makan dan makan. Hahah. Di sekitaran Jam Gadang ini bertebaran ragam makanan enak, sebutlah sate daging bumbu, bika panggang, pisang kapik, aia tawa dan lain-lain.

Oh ya satu lagi yang jarang ditemui di daerah lain yaitu karupuak taba yang diberi toping bihun kemudian diguyur dengan kuah sate atau kuah kacang.

2. Taman Panorama
Taman Panorama yang terletak di Jalan Panorama ini juga merupakan objek wisata andalan kota Bukittinggi. Taman Panorama adalah salah satu tempat terbaik untuk menikmati cantiknya lika liku Ngarai Sianok.

Di bibir tebing dibuat area yang cukup luas untuk pengunjung bisa menikmati Ngarai Sianok. Dari tempat ini juga terlihat gunung Marapi dan gunung Singgalang.

Namun yang perlu menjadi catatan di sini adalah hati-hati dengan para monyet yang berkeliaran dari pohon ke pohon di bibir jurang. Mereka berani mengambil barang-barang pengunjung.

IMG_20171107_092214_HDR-01
Di Taman Panorama juga tersedia playground untuk anak-anak bermain. Salah satunya perosotan ini.

Selain menikmati Ngarai Sianok, dari Taman Panorama ini juga bisa masuk ke Lobang Jepang. Eits, namun kalo udah menuruni anak tangga dari pintu masuk di Taman Panorama, maka perjalanan harus berhenti di ujung Lobang Jepang, yaitu di Jalan Binuang, Ateh Ngarai. Tidak diperkenankan untuk naik ke atas. Di dalam lobang jepang, anak tangga sudah diberi pembatas di tengah-tengah. Satu arah turun ke jalan Binuang, satu lagi sebaliknya.

IMG_20171107_092605_HDR-01

Jika setelah menikmati indahnya Ngarai Sianok masih ingin keliling cari oleh-oleh di toko-toko yang ada di dekat menara pandang Ngarai Sianok,  maka sebaiknya masuk ke lobang jepang terakhir sebelum pulang.

Untuk wisata dalam kota Bukittinggi, hanya dua tempat wisata tersebut yang saya kunjungi. Aslinya mah masih ada beberapa tempat wisata lagi seperti Taman Maaram, Tarusan Kamang, Benteng Fort De Kock, Kebun Binatang, Jembatan Limpapeh. Hm….apalagi ya? Mungkin ada yang bisa menambahkan? Monggo, ketak-ketik di kolom komentar.

Mataram, 14 Februari 2018

Salam

Vidy

Advertisements

Daun Salam dan Manfaatnya di DokterBabe.com

Daun salam. Hm…para emak biasanya taulah ya yang namanya daun salam. Apalagi emak yang demen uprek-uprek dapur. Hafal banget pastinya sama salah satu bumbu dapur ini. Ya, daun salam sering banget digunakan sebagai penambah cita rasa masakan. Biasanya neh serangkai sama sereh, daun jeruk dan juga daun kunyit. Tul gak?

Continue reading “Daun Salam dan Manfaatnya di DokterBabe.com”

RoadTripMbokJastra # Cucu VS Inyik, untuk Sebuah Impian dan Janji

Sedari bayi anak sulung saya, Adha, sangat dekat dengan sang inyik (kakek, red) yang tidak lain adalah papa saya. Adha sangat senang bercerita dengan inyiknya. Tak jarang mereka bercerita hingga tertawa terkekeh-kekeh. Obrolannya macem-macem.

Continue reading “RoadTripMbokJastra # Cucu VS Inyik, untuk Sebuah Impian dan Janji”

RoadTripMbokJastra# Bu Anna Tanpa Tanda Jasa

Assalamualaikum,

(7/11/17) Temans, pada setuju kan kalo guru adalah pahlawan tanpa jasa. Kali ini saya mau cerita tentang pertemuan saya dengan guru yang mengajar saya ketika masih belajar di taman kanak-kanak sekitar tiga puluh tahun yang lalu.

Continue reading “RoadTripMbokJastra# Bu Anna Tanpa Tanda Jasa”

Road Trip Mbok Jastra #1 Mari Mengarungi Lautan dengan KMP Legundi

Assalamualaikum,
Ini adalah postingan pertama perjalanan darat (road trip) saya dan keluarga dari Mataram ke Bukittinggi. Perjalanan ini saya beri nama Road Trip Mbok Jastra. Perjalanan Darat Lombok Jawa Sumatra. Menyusuri indahnya Indonesia dari timur ke barat. Ini adalah perjalanan pulang kampung pertama saya sejak berkeluarga. After a decade, mari kita menjelajah. Yippi!

Setelah satu bulan berpetualang mengarungi lautan, menyusuri jalan perkotaan dan pedesaan, keluar masuk hutan dan kebun, kini saatnya berbagi cerita serunya touring naik mobil dengan tiga bocah di dalamnya. Bocah pertama usia tujuh tahun, bocah kedua usia empat tahun dan yang ketiga adalah bayi usia satu tahun tiga bulan saja. Cakep banget kan formasinya. Yuk lanjut baca keseruan saya dan keluarga dalam #RoadTripMbokJastra.
Continue reading “Road Trip Mbok Jastra #1 Mari Mengarungi Lautan dengan KMP Legundi”

Sofa Bed, Teralis dan Duo Bujang Lincah

Pak suami semakin enggak betah liat ruang tengah rumahnya tanpa sofa. Gak ada yang empuk-empuk buat duduk. Begitu katanya. Akhirnya kami sak keluarga melipir juga ke toka meubel. Niatnya mau cari sofa bed.

Menjelang akhir tahun memang trennya diskon.  Continue reading “Sofa Bed, Teralis dan Duo Bujang Lincah”

Grand Design Laporan Keuangan Emak

Hm…setelah kemumetan sedikit demi sedikit terurai, saya jadi kepengen curhat menapaki jejak masa lalu. Eeeeaaaa.

Pertama kali belajar akuntansi ketika SMA. Tapi lupa pastinya, entah dari kelas satu SMA atau hanya kelas dua saja. Tapi yang pasti seh pernah belajar waktu SMA walau cuma sebentar gara-gara sok iyeh ambil jurusan IPA ketika kelas tiga.

Continue reading “Grand Design Laporan Keuangan Emak”